Kiamat masih 7,6 milyar tahun lagi
Ni dia ni salah satu kehebatan (ato mungkin bisa juga disebut kesombongan) dari makhluk Tuhan yang merasa dirinya paling sempurna “Manusia”. Manusia udah mulai meramalkan masa depan, hal2 yang tadinya merupakan salah satu contoh kebesaran Tuhan, yang tidak mungkin bisa disamai manusia. gw ga ngerti apa sih yang membuat manusia merasa bisa meramalkan hal2 tabu seperti “kiamat” akan terjadi. gw msh tetep ngerasa kalo kiamat itu merupakan Misteri dari Sang Pencipta, dan karena misteri itulah gw Tunduk dan Patuh terhadap Tuhan. Tapi kalo Manusia udah merasa bisa menyamai Tuhan, apa manusia masih mau untuk Menyembah Tuhan??
Artikel ini gw dapet dari temen yg ngirimin gw mail:
Paris (ANTARA News) – Berita penting : Konon Bumi akan terpanggang dan
kemudian ditelan oleh Matahari yang sekarat.
Namun demikian, anda jangan cepat panik, karena menurut para astronom
kematian planet Bumi masih lama, yakni 7,6 miliar tahun lagi.
Kalkulasi tak biasa ini muncul pada jurnal Inggris, Astrophysics atau pada
http://uk.arxiv. org/.
Robert Smith, korektor naskah emiritus astronomi di University of Sussex,
Inggris selatan, sebelumnya memperhitungkan bahwa ketika Matahari kehabisan
bahan bakarnya, Matahari akan berkembang menjadi “raksasa merah” yang
berbahaya.
Namun demikian, sekalipun menjadi garing seperti kerupuk, Bumi akan selamat
dari kehancuran total, kata Smith, seperti dilaporkan AFP.
Menurut Smith, yang bekerja dengan Dr. Klaus-Peter Schroeder di Universitas
Guanajuato, Meksiko, merenggangnya atmosfir bagian luar Matahari menyebabkan
Bumi mengorbit di lapisan luar atmosfir yang kepadatannya sangat rendah.
“Tarikan itu disebabkan oleh gas dengan kepadatan rendah ini cukup untuk
mengakibatkan Bumi mengapung di dalamnya dan akhirnya ditangkap dan
dipanggang menjadi uap oleh Matahari.
Sebelum persitiwa ini, kehidupan di Bumi akan menjadi sedikit kurang
menyenangkan.
Miliaran tahun dari sekarang, saat Matahari secara perlahan mengembang,
lautan akan menguap, dengan memenuhi atmosfir dengan uap air dan memicu
pemanasan besar-besaran.
Dua opsi
Smith menguraikan secara terinci dua opsi, keduanya seperti fiksi ilmiah,
untuk menghindari nasib malang seperti ini.
Yang pertama memanfaatkan dorongan gravitasi dari asteroid yang melintas
untuk secara lembut menarik Bumi keluar dari zona bahaya.
Dorongan kecil setiap 6.000 tahun ini cukup bagi kehidupan untuk bertahan
paling tidak lima miliar tahun lagi, asalkan salah perhitungan tidak
menyebabkan asteroid tersebut malah menghantam Bumi dan bukannya melintas
dalam jarak dekat, katanya.
“Solusi yang aman tampaknya adalah membangun armada “rakit kehidupan”
antar-planet yang dapat melakukan manuver dengan sendirinya keluar dari
jangkauan Matahari, namun cukup dekat untuk menggunakan energinya, katanya.
(*)
sumber : ANTARA
